Kamis, 01 Juni 2023

MENGUKIR AKSARA DI ATAS AIR

Terdengar suara rintihan tangis di tengah derasnya hujan. Kuhampiri dan kutemukan seorang gadis yang dipenuhi dengan duri dan lumpur. Perasaan malu, frustasi, sedih yang dia rasakan ibarat lumpur yang belumuran itu. Basah. Kotor. Bau. Membuat orang lain merasa jijik dan menghindar. Kegagalan yang terus menerus hadir di hidupnya ibarat duri yang menancap di tubuh itu. Berkali-kali dia bangkit, berkali-kali juga dia jatuh. Sungguh gadis yang malang. Namanya Na Hee Do. Sama sepertiku. Kupikir hanya kebetulan, nyatanya memang dia memiliki letak tahi lalat yang sama sepertiku. Kami memang orang yang sama, tetapi masa kami berbeda. Aku datang dari masa depan. Menelusuri perjalanan hidupnya di taman kehidupan inilah alasanku ke masa sini. Dia memang sudah kecanduan menulis puisi sejak usia 7 tahun. Namun, dunianya mulai hancur setelah diterpa badai kegagalan. Pelangi mulai terlihat jelas. Di taman inilah tempat aku berpisah dengannya dan aku berpesan “Semua akan baik-baik saja. You're not alone. Walaupun gagal di perlombaan, setidaknya kamu pernah menjadi salah satu peserta program Reporter Muda. Itu yang bisa menjadi modal kamu untuk menggapai mimpi, semangat!” Perlahan duri dan lumpur itu menghilang. Na Hee Do kembali ceria dan mulai menata hidupnya. Sementara, aku kembali ke masa depan. Karya: Hana Febrianti Repost;[Lomba Communication Battle 2022]

MENGUKIR AKSARA DI ATAS AIR

Terdengar suara rintihan tangis di tengah derasnya hujan. Kuhampiri dan kutemukan seorang gadis yang dipenuhi dengan duri dan lumpur. Perasa...